Jumat, 20 Maret 2009

Dilematis Penulis Pada Penerbit = Dilematis Pemerintah Pada Perusahaan Rokok

Ada seorang Penulis Best Seller fenomenal saat ini yang selalu berkata lucu (menurut gue) karena dalam buku-bukunya sering ngomong kayak gini (kurang lebih);

“Salah satu pihak yang paling menyebalkan dan kurang bisa dipercaya adalah Penerbit Buku!”

Lucu nggak?
Dia ngomong kayak gitu dalam bentuk tulisan yang diterbitkan Penerbit Buku yang menerbitkan bukunya sendiri itu.

Hal ini juga senada dengan ‘Peringatan Pemerintah’ yang ada dalam bungkus rokok Djarum Black, Djaru Mblack Slimz, Djarum Black Tea, Djarum Balck Capuccino dan semua rokok selain rokok Djarum Black serta berbagai Promo yang ada seperti pada autoblackthrough atau Blackholiczone
Memang, kalau dipikir-pikir, hal seperti ini adalah sebuah dilematis tak berkesudahan yang berkepanjangan… (Ciyeee…. Bahasanya….)

Orang tau bahaya rokok, tapi perokok juga lebih tahu nikmatnya rokok dan rela menentang bahaya itu demi kepuasannya.

Pemerintah juga tahu dan ingin memperingatkan perokok, karena melarang jelas tidak mungkin sebab enggak bisa seenaknya menutup pabrik rokok yang merupakan salah satu Sumber Deivsa Negara yang paling besar. Ini berarti menyangkut semua penduduk dalam suatu Negara tersebut. Dua-duanya sama-sama menyangkut nyawa dan hidup orang banyak. Bagai makan buah simalakama, bak dua sisi koin mata uang.

Penulis tahu ‘bahaya’ Penerbit yang transparasi penjualan atau percetakann bukunya sulit dilacak. Bisa saja Penerbit mencetak lebih banyak eksemplar buku yang telah disepakati dan menjual lebih banyak di luar kontrak hitam di atas putih yang telah ditanda tangani kedua belah pihak. Itu mungkin yang jadi ketakutan yang wajar bagi Penulis, apalagi seorang penulis Best Seller. Tapi kalau terus-terusan paranoid dan buruk sangka seperti itu pada semua Penerbit, maka dia gakan bisa jadi Penulis kecuali dia sendiri membuat Penerbit Buku dan jadi Penulis Independen yang menulis, mencetak, menerbitkan dan memasarkan bukunya sendiri. Maka hal itu pun jadi dilemma penulis pada Penerbit yang sama dengan dilemma Pemerintah pada perusahaan rokok.

0 komentar: